OPENING CEREMONY KONAS II AIPDiKI

Trisnanto

OPENING CEREMONY KONAS II AIPDiKI di Hotel Clarion, Makasar 28 Mei 2015 Pada hari Kamis, telah dilaksanakan Pembukaan Kongres Nasional (KONAS ) II Asosiasi Institusi Pendidikan DIII Keperawatan Indonesia yang bertempat di Hotel Grand Clarion Makasar. Pembukaan dimulai pada pukul 19.30 dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Selatan mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, Ketua Umum PPNI, Koordinator Kopertis Wilayah IX, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan-Dirjen Dikti, Kabid pendayagunaan SDM Kesehatan Luar Negeri Pusrengunnakes Badan PPSDM. Acara diawali dengan Paduan Suara Stikes Stella Maris, Tarian Daerah 4 budaya suku yang ada di Makasar, yaitu suku Bugis, Mandar, Makasar n Toraja yang dipersembahkan oleh mahasiswi Muhammadiyah Makasar dan Pembacaan Doa yang dipimpin oleh Abdul Halim. Acara dilanjutkan dengan Laporan Ketua Panitia, Dr. Trimaya C.M, SKp, MM, M.Kes yang menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran peserta KONAS II, langkah persiapan dan harapan output dari Konas II ini. Sambutan kedua adalah Ketua Umum AIPDiKI, Yupi Supartini, SKp, M.Sc yang menyampaikan ucapan terimakasih kepada undangan/peserta, segenap Pengurus Regional VIII dan Panitia Penyelenggara KONAS, riwayat singkat AIPDiKI termasuk beberapa tujuan diantaranya AIPDiKI menjadi wadah dalam menyampaikan aspirasi, meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan dan mutu lulusan. Kemudian ketua umum juga menyampaikan hasil yg sudah dilaksanakan diantaranya peran aktif AIPDiKI dalam mengembangkan pembentukan LPUK, ikut serta menyusun borang akreditasi diploma III Keperawatan, dan menginisiasi terbentuknya kurikulum Diploma III Keperawatan dan harapan jalannya KONAS II berjalan lancar dan menghasilkan output yang diharapkan bersama utk kemajuan institusi dan AIPDiKI. Sambutan ketiga dari Ketua Umum PP PPNI Bapak Harif Fadhilah, S.Kp., SH. yang menyampaikan bahwa inisiasi pembentukan AIPDiKI diprakarsai oleh PPNI dan adanya kebutuhan yang mendesak untuk membuat wadah institusi pendidikan di seluruh Indonesia. Selain itu disampaikan pula ucapan terimakasih kepada AIPDiKI atas dukungannya saat pelaksanaan Munas IX PPNI di Palembang. Bapak Harif Fadhilah selanjutnya mengatakan bahwa Kongres Nasional AIPDiKI II ini merupakan babak baru dari perawat dan pendidikan utk menjadi lebih baik. Tuntutan dari UU Keperawatan membuat institusi harus berpacu utk menghasilkan lulusan yg berkualitas. Setiap institusi pendidikan wajib memiliki wahana pendidikan bagi peserta didiknya, baik dengan kepemilikan maupun kerjasama dengan institusi pelayanan kesehatan, sehingga harus dibangun hubungan yang harmonis dan sinergis utk mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Sebelum sambutan berikutnya, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada 7 mhs berprestasi yg mdapatkan nilai tertinggi dlm Ujian Kompetensi periode November 2014 dan 3 dosen berprestasi krn aproposal Penelitian Terbaik yg memperoleh Dana Hibah AIPDiKI masing-masing sebesar 15 juta rupiah. Sambutan terakhir dr Gubernur Sulawesi Selatan yg diwakili Kepala Dinas Kesehatan Prop Sulsel, yg menyampaikan institusi pendidikan berkewajiban utk bertanggungjawab dlm mhasilkan lulusan yg berkualitas melalui pembinaan institusi dibawah pengawasan AIPDiKI n PPNI melalui penataan pendidikan berkelanjutan bagi perawat. Bagi saya, dalam pelayanan kesehatan terdapat 3 pilar pokok profesi yaitu:

1. Medis (dokter) dalam menegakkan Diagnosa Medik

2. Perawat dalam melakukan fungsi perawatan

3. Farmasi dalam mfasilitasi program pengobatan Menyikapi lulusan D3 yg dihasilkan institusi sgt banyak, sementara daya serap pemerintah (PNS) sgt sedikit, maka BUKAN status PNS yg dikejar/dibutuhkan yankes tapi sertifikasi (STR) utk mjamin yankes yg aman.

Harapan gubernur adlh pembinaan institusi pendidikan tak terkecuali SMK, meskipun bukan mjadi ranah, namun setidaknya bisa diarahkan. Selamat n terimakasih pd Ketua AIPDiKI atas penyelenggaraan kegiatan KONAS, semoga dpt menghasilkan energi positif utk menghasilkan karya2 besar dlm pembangunan kesehatan Indonesia. Semoga Tuhan YME meridhoi langkah2 dalam kegiatan KONAS ini. Acara dilanjutkan dg Tarian Daerah PEPE-PEPE LOLO (bermain api) yg dibawakan oleh Sanggar Tari Sirajudin Goa, dimana peserta dpt uji nyali dibakar api tanpa merasakan panas, seperti Kadinkes Prov Sulsel, Ketua Kopertis wilayah VIII, Ketum dan Ketua 1 AIPDIKI, dan Ketua Regional 7 & 11.

Sumber:http://aipdiki.org/blog/archives/486#more-486

Bapak Trisnanto Selaku Ketua Komisi 1 Bidang AD/ART dan Ibu Yupi Selaku Ketua Terpilih AIPVoKI Pelantikan Ketua AIPVoKi

Penyampaian Hasil Sidang  Bersama Seniman Makassar

 

 

Versi cetak


Artikel Terkait

STIKES Satria Bhakti Nganjuk