Kegiatan Kepaniteraan (Capping Day)

Kegiatan Prosesi Kepaniteraan (Capping Day) STIKes Satria Bhakti Nganjuk akan diselenggarakan pada :

Hari : Selasa, 30 April 2019

Waktu : 08:00 - 11:00 WIB

Tempat : Kampus STIKes Satria Bhakti Nganjuk

Dalam kegiatan Prosesi Kepaniteraan (Capping Day) Mahasiswa peserta kepaniteraan ini telah mengikuti proses perkuliahan selama dikampus dengan menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi mereka juga telah dibekali dengan keterampilan laboratorium keperawatan dan kebidanan sehingga para mahasiswa telah siap melaksanakan praktik klinik keperawatan dan kebidanan. Praktik klinik yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa diharapkan mampu memantapkan aplikasi pengetahuan yang didapatkan selama perkuliahan di kelas dan laboratorium keperawatan dan kebidanan sehingga mampu melaksanakan asuhan keperawatan dan kebidanan dalam tatanan nyata pada lahan Praktik. Capping Day merupakan langkah awal bagi para calon perawat untuk dapat bekerja melayani pasien penuh dengan cinta kasih seperti yang diajarkan oleh Tokoh Perawat "Florence Nigthangle".

Sejarah Florence Nigthangle

Florence Nihgtingale adalah tokoh wanita, sebagai pelopor Dunia Keperawatan dan Kebidanan, yang telah mengabdikan diri selama hidupnya guna merawat orang – orang yang mengalami masalah dalam kesehatan, dengan pengembangan mother insting, jasanya yang tanpa kenal takut mengumpulkan korban perang pada perang Krimea, di semenanjung Krimea, Rusia. Maka Florence disebut sebagai Lady With The Lamp, pencetus dunia keperawatan dan kebidanan modern.

                            

                                                 "Florence Nightingale" Pelopor Dunia Keperawatan dan Kebidanan

Pada awalnya Florence pun juga mendapat penentangan dari keluarga, Keinginan ini ditentang keras oleh ibunya dan kakaknya. Hal ini dikarenakan pada masa itu di Inggris, perawat adalah pekerjaan hina dan sebuah rumah sakit adalah tempat yang jorok. Banyak orang memanggil dokter untuk datang ke rumah dan dirawat di rumah. Namun kecintaan Florence terhadap pekerjaan sosial keperawatan membuat Florence berkeras dan tetap pergi ke Kaiserswerth, Jerman untuk mendapatkan pelatihan bersama biarawati disana. Selama empat bulan ia belajar di Kaiserwerth, Jerman di bawah tekanan dari keluarganya yang takut akan implikasi sosial yang timbul dari seorang gadis yang menjadi perawat dan latar belakang rumah sakit yang Katolik sementara keluarga Florence adalah Kristen Protestan. Selain di Jerman, Florence Nightingale juga pernah bekerja di rumah sakit untuk orang miskin di Perancis.

Janji Mahasiswa saat Prosesi Kepaniteraan

                                   

Versi cetak


Artikel Terkait

STIKES Satria Bhakti Nganjuk

STIKES SBN DALAM ANGKA : 4 PROGRAM STUDI - 100 MAHASISWA BARU - 488 MAHASISWA AKTIF